Selasa, 21 Desember 2010

Saat Aku....

Saat aku dilahirkan, ia memelukku.
Aku berterima kasih kepadanya dengan menangis sejadi-jadinya.

Saat aku berusia 1 thn, ia memberiku makan dan memandikanku.
Aku berterima kasih kepadanya dengan menangis sepanjnag malam.

Saat aku berusia 2 tahun, ia mengajariku berjalan.
Aku berterima kasih kepadanya dengan neghindar saat ia memanggilku.

Saat aku berusia 3 tahun, ia menyiapkan makanan untukku dengan penuh kasih.
Aku berterima kasih kepadanya dengan menjatuhkan piringku ke lantai.

Saat aku berusia 4 tahun, ia memberiku pensil warna.
Aku berterima kasih kepadanya denga mencorat-coret tembok rumahku.

Saat aku berusia 5 tahun, ia memberiku baju baru untuk merayakan hari raya.
Aku berterima kasih kepadanya dengan mengotorinya dengan lumpur.

Saat aku berusia 6 tahun, ia mengantarku ke sekolah.
Aku berterima ksih kepadanya dengan berteriak, "Aku tidak mau sekolah".

Saat aku berusia 7 tahun, ia membelikanku boneka.
Aku berterima kasih kepadanya denga bertengkar dan saling rebut dengan saudaraku.

Saat aku berusia 8 tahun, ia membelikanku es krim.
Aku berterima kasih kepadanya dengan menumpahkannya di pangkuanku.

Saat aku berusia 9 tahun, ia mengikutkanku kursus piano.
Aku berterima kasih kepadanya dengan tidak oernah berlatih.

Saat aku berusia 10 tahun, ia mengantarku kemana-mana--dari satu tempat ke tempat lain, dari satu rumah teman ke rumah teman yang lain.
Aku berterima kasih kepadanya dengan tidak pernah berpaling memandangnya saat berjalan ke tempat tujuan.

Saat aku berusia 11 tahun, ia mengantarku dan teman-temanku ke suatu acara.
Aku berterima kasih kepadanya dengan memintanya untuk duduk jauh dariku.

Saat aku berusia 12 tahun, ia memperingatkanku untuk tidak menonton acara-acara televisi tertentu.
Aku berterima kasih kepadanya dengan menunggu sampai ia pergi dari rumah.

Saat aku berusia 13 tahun, ia menyarankan suatu model potongan rambut untukku.
Aku berterima kasih kepadanya dengan mengatakan bahwa seleranya buruk.

Saat aku berusia 14 tahun, ia mengizinkanku dan membiayaiku untuk ikut dalam suatu kegiatan retret.
Aku berterima kasih kepadanya dengan tidak pernah mengirimkan sms atau meneleponnya hanya untuk mengatakan bahwa aku baik-baik saja.

Saat aku berusia 15 tahun, ia menginginkan sebuah pelukan dariku sepulang kerja.
Aku berterima kasih kepadanya dengan pura-pura tidur di kamar.

Saat aku berusia 16 tahun, ia mengajariku mengendarai motor.
Aku berterima kasih kepadanya dengan memakai motor tanpa seizinnya.

Saat aku berusia 17 tahun, ia menantikan sebuah telepon penting.
Aku berterima kasih kepadanya dengan memakai telepon sepanjang malam.

Saat aku berusia 18 tahun, ia menangis bahagia karena aku lulus sekolah.
Aku berterima kasih kepadanya dengan bersenang-senang dengan teman-temanku sepanjang hari untuk merayakan kelulusan kami semua.

Saat aku berusia 19 tahun, ia membiayai kuliahku.
Aku berterima kasih kepadanya dengan selalu menolak tawarannya untuk mengantarku.

Saat aku berusia 20 tahun, ia bertanya apakah aku sudah punya pacar.
Aku berterima kasih kepadanya dengan mengatakan, "Itu bukan urusanmu, Bu."

Saat aku berusia 21 tahun, ia menyarankan beberapa pilihan karier untuk masa depanku.
Aku berterima kasih kepadanya dengan mengatakan, "Aku tidak mau jadi seperti Ibu." Atau, "Aku tidak perlu nasihat Ibu, Aku sudah cukup dewasa untuk menentukan apa yang aku suka."

Saat aku berusia 22 tahun, ia memelukku saat acara kelulusan.
Aku berterima kasih kepadanya dengan bertanya, "Ibu, bisa tidak membiayai liburan keluar kota atau keluar negeri sebagai hadiah karena aku lulus?"

Saat aku berusia 23 tahun, ia memberiku sebuah gaun sebagai hadiah ulang tahun.
Aku berterima kasih kepadanya dengan mengatainya jelek dan tidak sesuai dengan selera anak muda zaman sekarang di depan teman-temanku.

Saat aku berusia 24 tahun, ia bertemu dengan kekasihku dan bertanya tentang rencana masa depan kami berdua.
Aku berterima kasih kepadanya dengan berkata kesal sambil mata membelalak, "Ibu, tolong jangan bicarakan masalah itu."

Saat aku berusia 25 tahun, ia menangis bahagia saat aku mengucap janji setia kepada pasanganku di altar pernikahanku.
Aku berterima kasih kepadanya dengan jarang sekali mengunjunginya.

Saat aku berusia 30 tahun, ia memberi beberapa saran dalam merawat bayi.
Aku berterima kasih kepadanya dengan mengatakan, "Ibu, zaman sekarang itu sudah berbeda. Caranya bukan lagi seperti yang Ibu dulu lakukan saat merawatku."

Saat aku berusia 40 tahun, ia mengingatkanku akan ulang tahun seorang kerabat.
Aku berterima kasih kepadnya dengan mengatakan kepadanya bahwa aku sedang sangat sibuk sekarang.

Saat aku berusia 50 tahun, ia sakit dan butuh bantuanku utnuk merawatnya.
Aku berterima kasih kepadanya dengan merawatnya sambil menggerutu.

Dan kemudian....
Suatu hari ia dipanggil Yang Maha Kuasa.
Dan saat itu, setiap hal yang seharusnya aku lakukan namun tidak aku lakukan terlintas di pikiranku bagaikan gemuruh yang tidak berhenti.....

Tidak ada yang bisa menggantikan seseorang yang kita sebut IBU.
Hargai setiap momen bersamanya. Meski terkadang ia mungkin tidak menjadi teman yang baik, tidak selalu setuju dengan pemikiran anda, ia tetap adalah Ibu anda.
Ia akan selalu ada untuk anda; mendengarkan setiap keluhan dan masalah anda.
Mari tanyakan kepada diri kita sendiri, "Sudahkah kita meluangkan cukup waktu untuknya--memperhatikan dan mengasihinya?"

Happy Mother's Day....


*taken from 'Spirit for Woman'

Selasa, 13 Juli 2010

About dBC Network

Banyak yang nanya sama aku,
"Kerja dimana sekarang?"
Aku jawab...."dBC Network"
Dia nanya lagi, "apaan tuh?..."

Ato kalo aku nelpon orang...
"Saya dari dBC Network..."
"Apa?..."
"dBC Network, mbak... Pernah dengar?"
"Enggak....apa sih dBC Network?..."

Okay....So.....aku ceritain dikit ya tentang dBC Network...

dBC Network itu adalah suatu komunitas online dari jaringan Multilevel Marketing perusahaan kosmetik Swedia dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Berhubung perusahaan ini dah terkenal, pas aku sebutin namanya....orang langsung bereaksi..."Oooo, yg itu..."
Pasti yang dipikirannya sama seperti waktu aku diajak teman untuk bergabung kurang lebih hampir 5 tahun yang lalu..... 'anti MLM.... gak bisa jualan door to door...."

Eitssss...... tunggu dulu,

dBC Network menawarkan cara baru dalam menjalankan bisnis ini.
Karena dijalankan secara online, maka para member yang tergabung dalam dBC Network kebanyakan tidak perlu lagi merayu prospek atau melakukan presentasi. Karena dalam dBC Network, 90 % pekerjaan dilakukan oleh sistem yang sudah dirancang khusus oleh founder dBC Network, Dini Shanti dan Nadia M Yuniardo.
Yang perlu dilakukan para konsultan adalah mengalihkan belanja bulanan dan membantu mendaftarkan prospek yang secara garis besar disebut "4 Simple Step dBC Network", yaitu :
1. Menjadi member lewat d'BC Network
2. Mengalihkan belanja bulanan ke produk kosmetik dan body&hair care ke prdk yg ditawarkan oleh perusahaan kami, sebesar 75 bp setiap bulan
3. Mencari 4 orang yang mau melakukan hal yang sama (mayoritas dikerjakan oleh sistem)
4. Membantu dan membimbing downline (mayoritas dikerjakan para leader)

Sejak didirikan pada tahun 2006, tercatat pada bulan Juni 2010, dBC Network telah menghasilkan :

Senior Manager = 42 orang Penghasilan min. 5 juta/bulan

Director = 20 orang Penghasilan 5-7 juta/bulan

Gold Director = 4 orang Penghasilan min. 9 juta/bulan

Open Gold Director = 9 orang


Open Senior Gold Director = 4 orang
Penghasilan min. 12 juta/bulan

Open Sapphire Director = 1 orang


Sapphire (Open Diamond Director) = 2 orang Penghasilan min. 20 juta/bulan

Open Senior Diamond Director = 1 orang Penghasilan min. 45 juta/bulan

Itu belum termasuk puluhan manager yang penghasilan per bulannya berkisar antara 1- 3 juta per bulan serta ratusan konsultan.

Sooo.... tunggu apa lagi??? Ayo, jadilah bagian dari keluarga besar dBC Network dan pastikan anda pun meraih impian-impian anda bersama kami, apapun itu...


Masih mau lihat yang lebih lagi tentang dBC Network?
Ada cerita2 bunda yang udah sukses lho...
Klik disini ya.....

Sssssstttt.....
Mau liat oleh2 yang aku dapat dari leaderku yang barusan balik dari liburan gratis di Stockholm?
Klik disini !!!

Senin, 05 Juli 2010

Happiness....



Bahagia.....
Kata yang simpel, familiar, tapi terkadang jauh dari kehidupan sebagian orang.
Sebenarnya, apa sih bahagia itu ???....
Hidup mewah???....
Keluarga???....
Punya teman yang banyak???....
Buat aku, Kebahagiaan itu adalah Keputusan.....
Keputusan untuk tidak merusak perasaanku dengan hal-hal sepele.
Keputusan untuk selalu menghargai orang lain.
Keputusan untuk selalu belajar dari pengalaman yang aku lalui.
Keputusan untuk selalu bersyukur atas berkat sekecil apapun dalam hidupku.
Dan yang terpenting buatku adalah...
"i've decided to follow my Maker...my Saviour...my Mighty God....my Father JESUS...."
My HAPPINESS Ever......





Ingin kebebasan finansial???......Klik disini!!

Intip smart promo!!!

Jumat, 02 Juli 2010

Sedikit Cerita Tentang Bunda-Bunda yang Sukses dengan Bisnis Online-nya


Grand Livina dan Pembuktian Versi Saya

Kendaraan baru untuk keluarga mungil kami, NissanGrand Livina 1.5 XV Automatic akhirnya datang juga ke rumah, Jumat 11 Juni 2010 yang lalu. Saya menyebutnya Diamond Silver karena itu adalah warna pilihan saya ;-)
"Beli mobil baru", kata-kata itu bahkan tidak ada dalam daftar resolusi Yassir (baca : suami) dan saya di tahun 2010 ini.

Lha terus kenapa beli?

Jawabnya karena saya harus membuktikan hasil dari bisnis yang saya tekuni 1.5 tahun terakhir ini.
Ini bukti kenekatan atau lebih tepatnya pengaplikasian ilmu 'the power of kepepet' yang memang sengaja saya ciptakan agar semangat untuk terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi di bisnis MLM bersama d'BC Network yang saya geluti selama ini tetap membara di dalam hati dan pikiran.

Mobil ini murni dicicil dari bonus bulanan yang saya peroleh dari bisnis tsb. Alhamdulillah dengan bonus 7.7 juta bulan lalu, saya optimis, berani dan yakin bisa mencicil mobil baru ini. Malahan banyak lebihnya setelah dikurangi cicilan bulanan hihihi....alhamdulillah.

Kalau katalog yang tersedia utk bisnis saya ini dipergunakan untuk menjual dan mengajak orang lain untuk bergabung,
maka mobil baru ini juga akan banyak berbicara untuk saya...karena dengan diamond silver ini insya allah saya bisa memberikan bukti nyata hasil kerja yang memang tidak mudah tapiiii tidak susah juga...karena saya menjalankan nya dari rumah melalui internet dan juga keluar rumah setiap minggu agar kehidupan saya pun seimbang dgn berbicara, berbagi, bercanda dengan teman-teman di d'BC Network.

Saya hanyalah seorang ibu yang bekerja dari rumah dengan dasteran :-) dan alhamdulillah bisa menjalankan bisnis ini...apalah bedanya dengan anda yang saat ini mungkin berstatus sama seperti saya...pilihannya adalah Mau dan Bekerja Untuk Berhasil...buat saya cuma itu...tidak ada pilihan yang lain.

Maka saya merencanakan untuk berhasil disini, semoga begitu juga dengan anda yang membaca tulisan ini. Kerjakan untuk kebahagiaan orang-orang tersayang di sekeliling anda hingga anda tersadar bahwa berjalan terus sampai garis akhirnya adalah suatu keharusan.

Salam,

Doris Nasution





Mau seperti Bunda Doris???? Klik disini ya!!!!